Cari Blog Ini

HighSchool DxD Volume 9 New Life


Bagian 1

Di hari terakhir piknik sekolah—
Mungkin karena kelelahan tadi malam, kami masih capek bahkan setelah tidur semalaman. Kami dari kelompok Gremory harus menyeret tubuh lelah kami keluar dari ranjang untuk menyelesaikan berbelanja untuk suvenir di hari terakhir.
.....Meski terburu buru membuat kami terengah engah, kami akhirnya menyaksikan menara Kyoto.
Belanja suvenir selesai, dan sekarang waktunya meninggalkan Kyoto.
Di stasiun kereta peluru Kyoto, kami tengah dilepas oleh Kunou dan Yasaka-san.
“Sekiryuutei.”
Kunou tersenyum dan memanggil namaku, sambil memegang tangan Yasaka-san.
“Memanggilku Ise saja tak apa apa.”
Mendengar kata kataku, wajah Kunou menjadi merah dan bertanya malu malu.
“....Ise. Apa, apa kamu masih akan kembali ke Kyoto?”
“Ah, ya, pasti.”
Kemudian suara nyaring terdengar.
Suara kereta yang hendak berangkat menggema sepanjang stasiun. Kunou berteriak padaku.
“Kamu harus kembali! Kunou akan selalu menunggumu!”
“Ah ya, bersama dengan semua orang. Lain kali kamu harus menunjukkan sisi tersembunyi Kyoto padaku!”
“Ya!”
Mendengar percakapan kami, Yasaka-san berbicara.
“Azazel-sama, Sekiryuutei-sama, serta para Iblis, Malaikat, dan Malaikat Jatuh, aku mohon maaf. Aku ingin berterima kasih pada kalian semua. Aku sudah siap untuk bertemu dan berbincang dengan Leviathan-sama dan Victorious Fighting Buddha. Aku selalu berharap agar semua orang bisa mengubah situasi dan memperkuat kerjasama, dan jangan pernah biarkan Kyoto diteror lagi.”
“Ah, kuserahkan hal itu di tanganmu, pemimpin youkai.”
Sensei tersenyum, dan menjabat tangannya dengan Yasaka-san. Namun tiba tiba Leviathan-sama menempatkan tangannya di atas tangan mereka!
“Ufufu, semua orang sudah kembali sekarang☆ Setelah ini, Yasaka-san, ojichan monyet, dan aku akan menikmati Kyoto yang menarik bersama☆”
Leviathan-sama terlihat sangat senang. Sepertinya dia akan tinggal untuk sementara waktu di Kyoto dan berbincang lebih jauh dengan para youkai.
Setelah sejumlah basa basi, semua orang memasuki kereta.
Di serambi stasiun, Kunou melambaikan tangannya dan memanggilku.
“Terima kasih, Ise! Semuanya! Kita akan bertemu lagi!”
Kami juga melambai pada Kunou.
Dengan suara mendorong, pintu kereta peluru menutup. Meski kereta sudah mulai berjalan, Kunou masih terus melambaikan tangannya.
--Kyoto, piknik empat hari dan tiga malam.
Sejak sampai disini, begitu banyak hal terjadi dalam waktu yang singkat. Kiyomizu-dera, Ginkaku-ji, Kinkaku-ji, Arashiyama, istana Nijou........selain itu, ada begitu banyak memori.
Mari datang kemari lagi. untuk bertemu kembali dengan Kunou dan Yasaka-san – selanjutnya dengan Buchou dan semua orang.
......Ah. Aku tiba tiba memikirkan sesuatu.
“Aku lupa meminta Yasaka-san untuk menunjukkan aku payudaranya sebagai hadiahhhhh!!!”
Sialan! Padahal aku sudah bekerja sangat keras! Banyak hal terjadi sampai aku melupakan itu! sial! Ini pasti udara Kyoto yang sudah mengacaukan otakku!
“Tidaaaak!!!! Payudara Kyuubiiiii!!!!”
Aku menggantung di pintu, dan menangis penuh penyesalan.

Bagian 2

Setelah kembali dari Kyoto, kami tengah dimarahi oleh Buchou di salah satu ruangan kediaman Hyodou.
Kami semua tengah berlutut. Asia, Xenovia, Kiba, dan coba tebak, Irina juga ikut bercermin. Karena kelelahan sepanjang perjalanan, Rossweisse-san telah kembali ke kamarnya untuk tidur. Sepertinya dia sudah menghabiskan banyak stamina. Menjadi Guru pasti tugas yang berat, dan digabung dengan muntahnya karena mabuk........
Buchou dengan mata setengah terbuka sedang menginterogasi kami.
“Kenapa kalian tak melapor padaku? – Itulah yang ingin kutanyakan, tapi kami juga mendapat masalah di wilayah Gremory. Apa Sona tahu?”
“Ya, ya.....”
Kami menjelaskan semua hal yang bisa dijelaskan. Akeno-san dan Koneko-chan juga marah.
“Saat aku menelepon kamu, kuharap kamu akan mendiskusikan situasi denganku......”
“....Itu benar. Kenapa kamu memperlakukan kami seperti itu.”
“Tapi, tapi semua orang bisa pulang dengan selamat......”
Gasper!!!!! Kamu menolongku! Sungguh junior hebat!
“Oh iya, Ise juga akrab dengan cewek baru disana.”
Duduk di kursi, Sensei dengan santai menuangkan bensin ke dalam api. Apa yang anda inginkan!?
“Dan itu adalah putri Kyuubi.”
Apa anda bicara soal Kunou! Hei hei hei!
“Tidak, sama sekali bukan begitu! Astaga, sensei, tolong jangan buat kesalahpahaman!”
“Tidak, lihat saja Yasaka dan kamu akan tahu, gadis itu pasti akan tumbuh menjadi gadia cantik berdada besar, kan?”
......Aku membayangkan penampilan Kunou di masa depan. Ya, payudaranya pasti berukuran besar!
“....Mu-Mungkin begitu. Tapi tetap saja! Sudah kukatakan aku tak tertarik dengan anak pendek!”
Buak!! Aku dipukul oleh Koneko-chan!
“Ouch....! Kenapa....?”
“....Bukan apa apa.”
Apa, apa begitu.........hati Koneko-sama mustahil untuk dipahami seperti biasanya.......
“Oh iya, Rias, kekuatan Ise juga membuat lompatan besar, kenapa tak kamu ampuni saja dia kali ini.”
Sensei akhirnya membantu sedikit.
Buchou juga mendesah dan mengangguk.
“Itu, aku sangat senang........tapi tiba tiba dipanggil ke Kyoto, pa-payudara......”
Buchou nampak gelisah dengan wajah memerah padam.
Insiden yang itu! itu juga membuatku sangat seram! semua orang lain yang mendengar tentang itu tak bisa mempercayainya, tapi berkat penjelasan penuh air mata Ddraig mereka akhirnya bisa dibuat percaya.
Sungguh perkembangan diluar dugaan! Payudara Buchou kembali menjadi normal dan berhenti bersinar. Itu sungguh mengejutkan........aku tak tahu payudara bisa memancarkan cahaya....
Ngomong ngomong, aku sudah membantu semua orang yang ditahan karena aku dan kembali ke kehidupan normal mereka. Semuanya, mohon maafkan aku!
Azazel-sensei juga berkata padaku.
“Ise, kupikir pilihan kekuatanmu itu sangat hebat. Rivalmu – Vali mencoba membawa kekuatan Juggernaut hingga batas, untuk menjadi tiran, Naga Langit. Biarpun kamu membuat pilihan yang sama dengan dia, itu hanya akan terjadi seperti waktu sebelumnya saat golongan Maou lama menyerang, dan dimangsa. Ise, jangan ambil jalan tirani namun pilihlah jalan kesetiaan. Berharap menjadi [Raja] adalah ide bagus.”
Jalan menuju kesetiaan, begitu rupanya.
Bagaimanapun juga, kalau aku mencoba meniru Vali, aku takkan pernah bisa mengejarnya. Mari maju dengan aliran yang ada saat ini.
Akeno-san sepertinya mengingat sesuatu dan menepukkan kedua tangannya.
“Ngomong ngomong, dunia youkai sudah memutuskan untuk mulai menyiarkan acara Oppai Dragon – Hei, Ise-kun, sepertinya kamu akan menjadi lebih terkenal lagi.”
“Sungguh!? Sepertinya situasi jadi semakin lepas kendali.......aku semakin mendapat perasaan seperti itu.”
Xenovia mengangguk.
“Ise akan menjadi pahlawan dari semua anak di dunia suatu hari nanti. Ya, mungkin impianmu untuk naik peringkat dari orang biasa akan tercapai tak lama lagi.”
Aku berpikir dalam dalam tentang ucapan Xenovia.
“Apa iya? Tapi aku tak merasa akan disambut oleh gadis gadis..........kalau ini berlanjut, aku hanya akan dikelilingi anak anak, bukan oleh harem!”
Sambil aku berpikir dengan pesimis, Sensei berujar “ah” dan mengingat sesuatu.
“Oh ngomong ngomong, putri Phenex akan pindah ke Akademi Kuou sebelum festival budaya.”
--! Selain Buchou, Akeno-san, dan Koneko-chan, semua orang terkejut!
“Ravel! Sungguh!?”
Aku bertanya dan Sensei menjawab.
“Ah ya, sepertinya dia terpengaruh oleh contoh Rias dan Sona, dan meminta untuk belajar di Jepang. Dia akan masuk ke kelas satu. semua formalitas sudah selesai. Kelas yang sama dengan Koneko, eh? Tapi kucing dan burung susah untuk akrab.......menyaksikan mereka berdua bersama pasti akan menyenangkan.”
“....Terserah.”
Koneko-chan sepertinya tidak senang. Eh? Koneko-chan benci Ravel? Bicara soal itu, aku belum pernah melihat mereka berbicara satu sama lain. Sebagai kelas satu, mohon akurlah.
“Tapi, kenapa dia tiba tiba pindah kemari?”
Sensei menampakkan tatapan merendahkan dan melotot lama dan tajam padaku.
Apa, apa yang anda ingin katakan dengan ekspresi seperti itu........
“Ya, ini hanya dugaanku. Rias sepertinya akan mendapat waktu waktu sulit.”
Setelah mendengar ucapan Sensei, bukan hanya Buchou, namun wajah semua gadis juga menampakkan ekspresi gelisah.
“....bahkan setelah pulang, aku tak bisa rileks.”
Suara Asia terdengar sangat depresi!
“Tahanlah, Asia. Mengembangkan hubungan dengan cowok ini artinya ketahanan. Aku juga mulai memahami hal itu baru baru ini.”
High school dxd v9 361.jpg
“Ya.....aku tak punya pilihan selain bertahan sekarang.....?”
Xenovia dan irina juga dengan pelan berbicara diantara mereka sendiri.
“Ketimbang bertahan, aku ingin menyerang.”
Akeno-san menampakkan senyum menantang!
A-aku sama sekali tak paham, apa yang mereka bicarakan? Ravel kan gadis baik......
Buchou mendesah dan tersenyum masam.
“Oke, semuanya kembali dengan aman. Mari kita sudahi saja hari ini. Aku akan menanyakan rinciannya dari Onii-sama melalui Grayfia nanti.”
Ah, mood Buchou nampaknya sudah mulai membaik.....
“Baiklah, festival sekolah sudah dekat. Kita harus serius dengan persiapannya. Juga—“
Wajah Buchou menjadi serius dan melanjutkan.
“Pertandingan melawan Sairaorg. Ini seharusnya menjadi pertandingan akhir dalam turnamen Iblis muda. Kita tak boleh lengah. Mari persiapkan bersama!”
“ “ “ “ “ “ “ “ Ya! “ “ “ “ “ “ “ “ “
Benar sekali, festival sekolah memang penting, tapi pertandingan melawan Sairaorg-san juga tak kalah pentingnya!
“Ise-kun, mari berlatih lagi kalau tubuh kita sudah baikan. Aku merasakan ketidakbergunaanku di Kyoto, dan kuharap kamu bisa memberiku kekuatan.”
“Ya, Kiba. Mari lakukan pertarungan simulasi sampai pertandingan.”
Latihan dengan Kiba dimulai sekali lagi.
Aku benar benar ingin mencoba kekuatan ini pada orang itu dan melihat seperti apa efeknya. Dan buat [Ratu] bangkit dalam kondisi itu. banyak hal yang harus kulakukan. akankah kekuatan baruku ini diizinkan dalam Rating Game?
“Karena itu, Buchou dan aku serta kita semua pasti akan menang!”
Aku menyatakan keyakinanku sekali lagi.
--Kita harus mengalahkan Sairaorg-san! Tak ada kemenangan singkat!

0 Response to "HighSchool DxD Volume 9 New Life"

Poskan Komentar

Widget edited by super-bee
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme