Cari Blog Ini

High School DxD Volume 10 Life MAX VS Kekuatan : Pria VS Pria


Bagian 1

Baik Buchou dan aku, yang sudah memakai armor, menginjakkan kaki di ruangan luas. Aku mulai menenangkan diri setelah menghantam dan menembak Sairaorg-san. Astaga, tak bisa kupercaya aku bisa semarah itu. Sudah lama aku tak memiliki hasrat membunuh semacam itu. Memang, seperti itulah sakitnya melihat rekan rekan timku dijatuhkan satu persatu. Kemudian komentator berbicara.
[Sekarang! Pertarungan akhir bagi Iblis muda diantara Baal dan Gremory sudah menuju panggung terakhir! Pertarungan terakhir yang berubah menjadi pertarungan kelompok, disarankan oleh Sairaorg! Pihak Baal memiliki “Raja”, Sairaorg, dan “Pion”, si misterius bertopeng, Regulus! Pihak Gremory yang menghadapi mereka terdiri atas Switch Princess, Rias sang “Raja”! dan pahlawan semua orang, Oppai Dragon, juga dikenal sebagai “Pion”, Hyodou Issei sang Sekiryuutei!]
Astaga, perkenalan kami sungguh menggelikan! Bahkan Buchou tampak memerah malu!
[Zoom Zoom Iyaaaan!]
[Oppai!]
Anak anak memberikan sorak sorai ala Oppai Dragon dari tribun. Terima kasih semuanya! Kami meninggalkan Asia di markas. Alasannya sudah dijelaskan sebelum pertandingan dimulai, karena Penyembuh akan diincar lebih dulu jadi membawanya dalam tim akan memberi resiko besar bagi kami. Dia memang tak akan menjadi sandera, namun baik Buchou dan aku tak akan sanggup melihat kalau dia diserang secara brutal. Ucapanku mungkin terdengar kasar, namun dia takkan memberi manfaat dalam pertarungan ini. Kami akan merasa aman kalau ada seseorang yang bisa menyembuhkan kami, namun lawan kami adalah Sairaorg-san dan “Pion” yang sudah mengonsumsi 7 bidak. Kalau Asia diincar, aku memang bisa melindunginya tapi aku bisa babak belur. Maaf Asia. Karena situasinya sudah jadi begini, bersabarlah sebentar lagi. Yang pasti, kalau “Raja” yakni Buchou atau Sairaorg jatuh, maka pertarungan akan berakhir.
“Sekarang, aku ingin memulai pertarungan.”
Wasit datang diantara kedua tim.
“........Silakan dimulai!”
Akhirnya, pertarungan terakhir dimulai. Baik aku dan “Pion” lawan melakukan promotion menjadi “Ratu” dengan cepat. Kekuatanku meningkat. Buchou dan aku memasang kuda kuda bertarung, namun Sairaorg-san justru tersenyum kecil.
“Rias, ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu sebelum pertarungan.”
Sairaorg-san mengatakannya secara langsung.
“Semua budakmu sungguh hebat. Mereka begitu peduli padamu sampai membuatku iri. Karena itulah, mereka menjadi lawan yang tangguh.”
Kalau rival hebat mengatakan itu, maka mereka akan merasa lega karena sudah bertarung. Yang tersisa hanyalah mengalahkan pria ini dan merebut kemenangan kami.
“Kami hanya terdiri atas aku dan “Pion”ku disana. Pihakmu juga sama denganku. Pada dasarnya ini sudah ‘End Game’.”
Sairaorg-san berdiri di depanku.
“Hyodou Issei. Akhirnya waktu ini tiba juga.”
Kita belum bertarung sejak latih tanding di basemen kastil Gremory. Waktu itu aku masih bukan tandingannya. Tapi......aku sudah menjadi lebih kuat dibanding waktu itu.
“Aku tak punya dendam padamu. Aku juga tak membencimu. Ini hanyalah ‘Game’.”
Aku mengacungkan jariku padanya.
“Tapi aku akan membalaskan dendam rekan rekanku. Aku belum cukup dewasa untuk memaafkanmu saat kau menjatuhkan rekan rekan timku.........”
Mendengarkanku, sepertinya Sairaorg-san tampak senang dari lubuk hatinya.
“Kalimat yang terdengar kau sudah melebihi batasanmu.......! sudah kuduga, kau tipe pria yang tak bisa menerima kekalahan rekan rekanmu. Kau sudah berjuang baik sampai sekarang. Kerja bagus. Ya, itu sangat bagus. Ini sesuatu yang layak disebut awal dari pertarungan habis habisan.”
GOOOON!
Aku menyerbu maju dengan kecepatan max, dan langsung menyerang ke arah tubuh Sairaorg-san. Sairaorg-san juga menutupi tubuhnya dengan touki ,dan melompat ke arahku dengan menendang tanah! Tinjuku dan tinju Sairaorg-san saling bersilangan! Tinju kita saling mendarat di wajah masing masing seperti serangan silang!
GOON!
Meskipun aku mengenakan armor, rasa sakit tinggi yang kurasakan seperti hendak meledakkan kepalaku! Helmku hancur oleh serangan itu! Tapi aku belum mulai! Mari kita lakukan,Ddraig!
[Oke!]
[Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost!]
Kekuatan yang digandakan terpusat pada tinjuku, dan meningkatkan kecepatannya saat menghantam wajah Sairaorg-san!
BAAAANNN!!
Aku mampu mendaratkan tinju super keras yang menggetarkan area sekelilingku.
TES!
Darah mengucur dari hidung Sairaorg-san dan darah menetes dari sudut mulutnya.
Tubuhnya juga sedikit gemetaran.
“Serangan tadi adalah serangan rekan rekanku yang tak mampu mencapaimu.”
Setelah aku mengatakan itu, Sairaorg-san menyeka mulutnya.
“Tinju yang kuat sekali........! rasanya semangatmu mengalir langsung ke tubuhku. Dalam waktu singkat kau menjadi Iblis, berapa banyak latihan keras yang kau bebani ke tubuhmu? Itu kekuatan yang tak bisa dicapai secara normal! Aku merasa kau masih menganggapku enteng karena kau tak memakai kemampuan baru yang kau tunjukkan pada Kuisha. Sepertinya aku salah. Bahkan dengan Balance Breaker, kekuatanmu sangat tinggi!”
.......Memang iya. Kondisi Balance Breaker ini yang paling gampang kupakai, jadi aku hanya perlu melatih dasar dasarnya saja.
[Terus melakukan latihan dasar dalam kondisi ini meskipun kau mendapatkan kemampuan baru. Aku sungguh hormat padamu]
Ddraig mengatakannya dengan suara kagum. Tapi berkat itu, aku sudah sadar kalau aku bisa melukai Sairaorg-san yang terlapisi oleh touki kalau aku memukulnya dalam serangan balik. Ddraig, tingkatkan saja pertahananku saat aku menerima serangannya.
[Paham. Tapi kalau aku tetap melakukan itu, staminamu akan berkurang drastis]
Lebih baik daripada terluka parah. Ini adalah perang habis habisan. Aku tak boleh setengah setengah.
Usai mengatakan itu pada Ddraig, perang tinju antara aku dan Sairaorg-san dimulai. Kami melakukan pukulan dan tendangan dari jarak dekat. Sebenarnya keahlian bela dirinya lebih baik dariku! Jadi ada batasan yang bisa kulakukan dengan seni bela diri yang kupelajari di pertarungan sungguhan! Ada jarak pengalaman yang lebar diantara kami! Tapi berkat fakta kalau aku sudah menjalani banyak pertarungan sengit dalam duel sungguhan, aku bisa cukup mengimbangi Sairaorg-san! Kuserahkan pertahanan pada Ddraig jadi aku bisa menangkis tinju Sairaorg-san yang tertutupi oleh touki.
“Serangan yang diasah melalui pertarungan sungguhan, begitu! Kau mampu memukulku tanpa berpikir panjang karena hal itu!”
Dia sedang tertawa! Di sisi lain aku sedang serius! Setelah melakukan pertarungan jarak dekat beberapa kali, aku mengambil jarak dan melihat “Pion” lawan. ”Pion” yang melawan Buchou melepas topengnya. Wajahnya terlihat seperti pria yang mungkin sebaya denganku. Namun hal itu berubah dalam sekejap.
BOKO! BEKI!
Tubuh pria itu mulai berubah sambil membuat kebisingan tinggi! Tubuhnya perlahan membesar dan berubah menjadi makhluk aneh. Bulu emas mulai bermunculan di sekujur tubuhnya dan anggota geraknya menjadi lebih tebal. Mulutnya menganga menampakkan taring tajam. Ekor muncul dan bulu emas panjang bermunculan di lehernya.
ROOOOOOOAR!
Yang tampak oleh mataku adalah Singa raksasa! Ia memiliki tubuh besar sekitar empat atau lima meter tingginya! Ia memiliki semacam berlian di dahinya. Ia berdiri di depan Buchou sambil menggetarkan bulu bulunya.
[OOOOOOO! Identitas “Pion” misterius dari tim Baal ternyata adalah Singa raksasa!]
Sepertinya komentator juga kaget. Tentu saja, aku sendiri juga kaget! Ternyata dia adalah Singa!
[Tunggu! Apa itu Singa Nemean!? Tidak,berlian itu kan......]
Sepertinya sensei yang juga menjadi komentator menyadari sesuatu dan menjadi kaget. Komentator lalu bertanya padanya.
[Apa maksud anda?]
[........Pada dasarnya itu adalah lawan yang pernah Hercules asli hadapi dalam satu dari kedua belas jenisnya..........Tuhan dalam Injil menangkap satu dari mereka dan menyegelnya kedalam Sacred Gear. Ia menjadi sesuatu yang terdaftar sebagai satu dari ketigabelas Longinus. Kalau kau menguasainya, kau bisa membelah bumi dalam sekali serangan, dan ia bisa bertransformasi menjadi Singa raksasa. Sang “Regulus Nemea”! aku ingat kalau dia punya kemampuan melindungi pemiliknya dari senjata proyektil. Namun aku menerima informasi kalau pemiliknya menghilang selama beberapa tahun belakangan. Tak pernah kusangka kalau dia akan menjadi “Pion” dari Tim Baal.....]
Apa kau serius!? Singa raksasa itu adalah Longinus!? Hal itu sangat mengejutkan namun Sairaorg-san menggeleng kepalanya.
“Tidak. Sayangnya pemilik aslinya sudah tewas. Saat aku menemukan pemilik asli “Regulus Nemea”, dia sudah dibunuh oleh kelompok misterius. Sacred Gear yang berwujud kapak itu adalah satu satunya yang selamat. Kapak Perang yang seharusnya lenyap karena pemiliknya tewas justru berubah menjadi Singa raksasa atas kemauannya sendiri, dan melenyapkan kelompok yang membunuh pemiliknya.”
Jadi Sacred Gear itu bergerak sendiri setelah pemiliknya tewas........! itu pertamakalinya aku mendengar hal semacam itu!
“Disaat itulah aku menjadikannya budakku. Kupikir pertemuan itu sudah ditakdirkan karena garis darah Ibuku adalah penguasa para Singa.”
Ibu Sairaorg-san pada dasarnya berasal dari keluarga Vapula yang menguasai Singa. Jadi pertemuan itu memang sudah ditakdirkan.
[......Sacred Gear yang bergerak atas keinginannya sendiri.........Dan dia adalah Longinus! Apalagi dia bereinkarnasi sebagai Iblis! Apa Singanya yang hebat atau sistem Evil Piece-nya yang hebat......yang manapun,ini sangat menarik bagiku! Luar biasa menarik! Hmm, tak mengherankan kalau aku tak bisa menemukan keberadaannya. Sialan! kenapa banyak fenomena langka terjadi pada Longinus di era ini!? Lupakan itu! Sairaorg! Bawa Singa itu ke laboratoriumku kapan kapan! Aku ingin menelitinya lebih dalam!]
WOW! Wajahnya kelihatan sangat riang sekali. Wajahmu sangat menyilaukan, sensei! Berarti Singa itu bisa bereinkarnasi adalah fenomena langka?
[Aku sendiri kaget. Kalau hal seperti ini terjadi. Dalam kasusku, pikiranku terpotong saat pemilikku tewas. Kemudian setelah ingatanku kembali lagi, tahu tahu aku sudah didalam Sacred Gear dari pemilik selanjutnya.....]
Ternyata dia berbeda dari Ddraig ya.......
“Kekuatannya tak stabil mungkin karena dia tak punya pemilik. Ia bukan sesuatu yang bisa aku kirim sampai akhir Game. Bukan soal pertarungan lagi kalau dia sampai lepas kendali dan menyerang baik kawan atau lawan. Kalau aku bisa mengirimnya bertarung, itu hanya di saat dia bisa benar benar patuh padaku. Seperti sekarang ini. Kalau sesuatu terjadi, hanya aku yang bisa menghentikannya.”
Sairaorg-san menjelaskan. Jadi itulah alasan ia tak mengirim “Pion”nya sampai saat terakhir. Berarti sulit mengirimnya tanpa Sairaorg-san yang bisa menghentikannya.........Jadi dia adalah budak yang sulit dikendalikan dibawah peran figur-dadu[1]
“........Yang jelas, lawanku adalah “Pion” itu kan?”
Buchou memasang kuda kuda melawan Singa itu. Buchou, kuserahkan dia padamu! Kalau begitu aku akan mengurus Sairaorg-san! Baik Buchou dan aku menyerbu ke arah lawan kami. Aku mengayunkan tinjuku dimana Buchou meluncurkan Power of Destruction-nya! Tapi kalau begini terus tak akan ada habisnya! Aku harus menggunakan Triaina untuk mengalahkan Sairaorg-san! Ada kemungkinan aku akan kalah dalam pertarungan karena perlahan kehabisan tenaga! Kalau aku harus menghabisinya,harus kulakukan dalam serangan Blitz[2]! Dia bangkit kemudian maju. Aku juga bangkit kemudian maju. Aku terus menyerangnya tanpa jeda. Mulutku basah oleh darah. Aku masih aman selama masih bisa merasakan darahku! Aku ingin memakai Ascalon dan menyerang. Tapi.......dengan keahlian payahku dalam berpedang, akan sulit mengenai tubuh pria itu yang tertutupi oleh touki. Lebih efektif melawannya dengan tinjuku seperti yang biasa kulakukan. Selama bertarung, aku juga menyadari pergerakan tidak normal Sairaorg-san. Pukulan dari tangan kanannya sedikit lebih lemah dari tangan kirinya.Sepertinya dampak serangannya juga lebih kecil. Apa itu.......? luka ketika tangannya ditebas oleh Kiba dan Xenovia menunjukkan efeknya........? kenapa tak bisa benar benar sembuh meski menggunakan air mata Phoenix?
-Aku akan mengirimmu di depan Sekiryutei dalam kondisi terbaiknya!
Aku mengingat ucapan Kiba sebelumnya.
FLOW!
Aku jadi menangis di dalam armorku. Aku menerima kebaikanmu, rekanku......! pada saat itulah dia memukul dengan tangan kanannya!
Aku sudah cukup merasakan dampak dan kecepatan pukulan itu! Kau mungkin tak memiliki kelemahan! Tapi sekarang berbeda!
“Teman temanku......!”
Tinju kanan Sairaorg-san menyerbu ke arahku! Aku meluncurkan tinju ke tangan kanannya, ketika lengannya menjadi lurus!
[Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost!]
Tinju tergandaku menghancurkan serangan tinju kanannya. Juga membuat tubuhnya agak sempoyongan. Ini dia! Aku menemukan momen terbaik untuk meluncurkan semua kekuatanku! Aku mengubah bidak Evil Piece di dalamku dan membuat kekuatan Sekiryutei-ku meledak!
[Welsh Dragonic Rook!]
[Change Solid Impact!]
Aura merah di sekitarku meningkat pesat! Tubuhku menjadi terlapisi armor tebal! Aku melakukan serangan telak ke Sairaorg-san dengan tinjuku! Aku kemudian mengubahnya menjadi Martil raksasa untuk meningkatkan daya hantamnya!
BAAAAAANGGGG!!
Tubuh Sairaorg-san terbang jauh setelah membuat suara ledakan keras.
“........Membuat kelemahan padamu yang tak memilikinya! Aku berbicara tentang lengan kananmu!”
Menyerang Sairaorg-san yang berada di udara, aku mengubah “Evil Piece” di dalamku!
[Welsh Blaster Bishop!]
[Change Fang Blast!]
Armorku kembali ke ketebalannya semula. Kemudian tercipta ransel di punggungku dan meriam di bahuku. Aku mengarahkan meriamku pada Sairaorg-san!
BUUUUUNNNN...........
Meriam mulai mengumpulkan aura sambil membuat suara tenang. Kelemahan Triaina-Bishop adalah lamanya waktu pengisian energi. Tapi aku bisa mengenai targetku kalau berada di udara!
“Dragon Blasterrrrrrrrrr......!!!”
BAAAAAANGGGGGGGG!!
Ledakan luar biasa tertembakkan dari meriamku! Sairaorg-san membuat sayapnya muncul dan mencoba memperbaiki posisinya,namun......
“Kuh.......!”
Ia tertembak oleh aura yang muncul dari meriam bahu kananku. Aura yang tertembak dari bahu kiriku hanya lewat sedikit! Meriam yang sudah memenuhi tugasnya kembali menjadi aura merah dan menghilang. Sambil tertutupi asap tebal di udara, Sairaorg-san mendarat di tanah dengan perlahan. Nafasku menjadi berat........sepertinya aku terlalu banyak menggunakan aura dan staminaku. Aku juga masih belum bisa menjatuhkannya. Akan gawat kalau aku tak menyimpan aura dan stamina. Sairaorg-san yang mendarat di tanah tubuhnya penuh luka. Tapi tak ada yang fatal. Tepat sebelum meriamku mengenainya, dia menutupi tubuhnya dengan touki tebal. Touki yang muncul dari energi kehidupannya. Pria ini memiliki energi kehidupan yang tinggi, pertahanannya benar benar tidak normal! Sairaorg-san kemudian tersenyum puas.
“Kuat. Kau sampai bisa menjadi sekuat ini............”
Dia sepertinya puas oleh seranganku. Sekarang, bagaimana aku harus menyerangnya setelah ini? Saat memikirkan strategi selanjutnya aku mendengar suara teriakan “Kya!”. Teriakan Buchou!? Saat aku menoleh ke arahnya......
Buchou tengah berlutut dengan tubuh penuh luka! Si Singa berdiri di depan Buchou dengan sedikit luka! Buchou dalam bahaya!
[Rias Gremory akan kalah karena kehabisan darah kalau terus begini]
Si Singa berbicara! Tunggu,dia bisa bicara!?
[Kalau kau ingin menolongnya,pakailah air mata Phoenix]
........Dia sengaja melakukannya. Makhluk ini memiliki kekuatan menjatuhkan Buchou kalau dia menginginkannya. Tak melakukannya berarti dia ingin kita menggunakan Air Mata Phoenix. Tim Baal sudah menggunakannya sehingga tak bisa digunakan lagi. Kami masih belum memakai milik kami. Singa lawan tengah menonton dengan seksama pertarungan diantara aku dan Sairaorg-san.
“.......Kalau aku mengatakan “Itu tidak perlu”, maka kualitasku sebagai “Raja” akan menurun. Tak apa apa. Kuizinkan itu. Tapi aku ingin pertarungan diantara aku dan Sekiryutei berlanjut, Regulus.”
[Saya paham. Maafkan saya. Itu adalah tindakan yang saya ambil atas kesetiaan saya pada anda, Majikanku]
Si Singa dan Sairaorg-san belum melanjutkan serangan mereka. Aku melaju ke arah Buchou karena mencemaskannya, dan mengambil botol kecil dari dalam kantongnya.
“Buchou, tolong gunakanlah ini.”
“............Aku sangat malu. Sampai aku...........menjadi penghalang bagimu...........”
Buchou nampak frustasi. Dia tak bisa memaafkan dirinya sebagai “Raja” yang tak mampu melawan seekor Singa. Tapi tolong bertahanlah. Kalau kamu sampai jatuh, akan jadi “Game Over” bagi kita. Aku meneteskan air mata didalam botol ke tubuh Buchou. Luka lukanya kemudian sembuh sambil mengeluarkan asap tipis. Dengan ini air mata kita sudah habis. Yang tersisa adalah apa aku bisa mengalahkan Sairaorg-san atau tidak. Kesempatannya hanya 50 : 50. Tidak, ada kemungkinan kuat mengalahkan Sairaorg kalau aku mengaktifkan Triaina Mode lagi. Dia juga terluka. Saat aku memikirkan strategi selanjutnya, si Singa berbicara.
[Sairaorg-sama! Pakailah saya! Mohon ‘kenakan’ saya! Dengan Balance Breaker, anda akan mampu mengungguli Sekiryutei! Apa anda mencoba menyia nyiakan pertandingan yang bisa anda menangkan—]
Si Singa mengatakan itu. Mengenakan.......? si Singa? Balance Breaker? Sairaorg-san kemudian berteriak marah.
“Tutup mulutmu! Itu.......itu adalah kekuatan yang hanya akan kupakai di saat darurat di Dunia Bawah! Apa artinya kalau aku menggunakannya untuk melawan pria ini!? Aku akan menghadapi pria ini, hanya dengan tubuhku!”
.......Begitu. Orang ini sebenarnya masih bisa lebih kuat lagi. Kalau dia memakainya, bisakah aku......menang? tapi itu membuatku cukup tertarik. Seberapa kuatkah ia jadinya? Pria yang sangat kuhormati ini. Berapa besar kekuatan luar biasa yang bisa ia tunjukkan kalau sudah serius? Sairaorg-san mengizinkan aku menggunakan Triaina yang menurutku curang. Pada saat itulah, aku tak memiliki hak menolak Sairaorg-san menjadi lebih kuat lagi.
“Tolong gunakan kekuatan Singa itu.”
Aku mengatakan itu secara alami. Buchou yang berada di sampingku terkejut. Tapi aku masih terus bicara. Maaf teman teman, aku ini memang idiot. Aku mencoba membuang kesempatan menang yang kalian semua buat untukku. Tapi, tapi aku........
“Tak ada artinya kalau aku mengalahkan Sairaorg-san yang tak menggunakan ‘itu’. Tak akan ada artinya bagiku berlatih keras sampai hari ini.”
Ketika aku menyadarinya, ucapan jujur terus meluncur dari mulutku.
“Hari ini aku akan mengklaim kemenangan dengan mengalahkanmu, yang menjadi serius! Kita bertarung demi impian kita! Apa yang bisa kita dapatkan dengan mengalahkan lawan yang tidak dalam kondisi terbaiknya!?”
Teriakan yang muncul dari lubuk hatiku. Buchou juga berkata “apa kamu bodoh?” dengan wajah kaget sambil mendekatkan wajahnya padaku. Maaf Buchou. Tapi karena aku sudah mengatakannya, aku akan bertanggung jawab dengan menang! Setelah jeda, Sairaorg-san tersenyum sangat lebar.
“............Maaf. Entah dimana dalam hatiku aku masih menganggap ini hanya ‘Game’. Bahwa tak ada kesempatan kedua. Sepertinya sejak tadi pikiranku sangat naif. Sungguh pemikiran bodoh yang kumiliki.......!”
DON!
Tubuh Sairaorg-san terisi penuh oleh semangat tinggi!
“Aku marah pada diriku karena tak menyadari kalau aku takkan merasakan pertarungan ini lagi. Regulus!”
[Baik Tuan!]
Majikan memanggil Singanya. Singa yang menjawab panggilan Majikannya! Singa raksasa itu memancarkan cahaya emas. Ia berubah menjadi partikel cahaya dan bergerak ke arah Sairaorg-san.
“Kalau begitu,mari kita lakukan. Sudah kutentukan kalau panggung ini akan jadi pertarungan sampai mati! Jangan dendam padaku meski aku membunuhmu, Hyodou Issei!”
Sairaorg-san yang terlapisi oleh aura keemasan mengatakan itu dengan keras!
“Singaku! Raja Nemea! Kau,yang sudah dijuluki sebagai Shishiou[3]! Jawablah raunganku dan berubahlah menjadi armorku!”
DOOOOOON!
Seluruh tanah bergetar kencang. Apa ini? Apa tanah ini, dimensi buatan, mulai kehilangan ketahanannya dari Sairaorg-san yang mulai menjadi serius......?
Sairaorg-san dan si Singa mengaum keras sambil menghancurkan tanah di sekelilingnya.
[Balance-Break!]
“Balance-Break!”
Cahaya menyilaukan menyebar sepanjang daratan. Karena cahaya silau itu, Buchou dan aku menutupi wajah kami dengan lengan kami.
...........Saat cahaya lenyap, yang muncul di hadapanku adalah lempengan armor berwarna emas dengan motif Singa. Helm di kepalanya memiliki rambut emas yang terlihat seperti Singa. Ada wajah yang sepertinya adalah kepala Singa di dadanya, dan matanya bersinar seolah masih memiliki kesadarannya.
“Balance Breaker dari ‘Regulus Nemea’, yakni [Regulus Rey Leather Rex]! Hyodou Issei, terima kasih dari lubuk hatiku karena membuatku serius. Karena itulah aku akan menghadiahimu tinjuku. Datanglah padaku dengan [Benteng] tangguhmu itu!”
Sairaorg-san yang berjalan langkah demi langkah ke arahku mengatakan itu. Ada kekuatan luar biasa terpancar hanya dengan melihat armornya yang terlapisi touki.........! .............Astaga, sepertinya semua pria yang pernah kuhadapi memiliki Balance Breaker tipe armor.
[Anggap saja begini, bentuk seperti itu adalah yang memiliki efektivitas tertinggi bagi mereka yang menyukai pertarungan jarak dekat. Kau mengenakan armor yang merupakan kumpulan energi, dan memukul lawanmu dengan itu. Karena itulah bentuk ‘armor’ menjadi bentuk yang mereka pilih]
Ujar Ddraig padaku. Begitu. Kalau kamu menyukai pertarungan jarak dekat, akan menjadi seimbang dari segi pertahanan dan serangan kalau kamu mengenakan armor yang merupakan kumpulan massa energi. Pasti memang begitu, karena aku juga merasa paling nyaman ketika menggunakannya. Sairaorg-san yang hanya beberapa inchi dariku berkata,
“Sekarang. Tunjukkan semua yang kau punya.”
............Jangan menyesali ucapanmu. Aku akan memukulmu dengan kekuatan Maximum!
[Welsh Dragonic Rook!]
[Change Solid Impact!]
Armorku menjadi lebih tebal dan lenganku menjadi beberapa kali lebih besar juga! Aku menarik tinju raksasaku dan mengayunkannya ke depan! Aku meningkatkan daya hantamnya dengan Martil Percussion yang terletak di sikutku saat mengenainya.......
GAN!
Tinju raksasaku dengan mudah dihentikan oleh tangan kiri Sairaorg!
.......! aku menerima serangannya! Kau pasti bercanda kan! Ini adalah teknik baru yang terspesialisasi dalam serangan dan pertahanan! Tidak! Aku masih belum selesai! Kalau aku menggunakan Martil Percussion lagi untuk meningkatkan daya hantam maka aku akan......
BANG!
Martil percussion kulancarkan dan tinjuku meningkatkan—
Tinju raksasaku lagi lagi dihentikan saat menyentuh tangan Sairaorg.........pertahananku seharusnya juga sudah meningkat........!
“Jadi ini saja batasmu?”
Sairaorg-san mengatakan itu.
GAKYAAAAANNN!!!
Tinju Sairaorg-san menghantam telak kedalam perut tebalku dan armorku remuk seketika. Tinjunya begitu dalam sampai kedalam armorku sehingga menghancurkan tubuhku.
“Uhugh....!”
Aku memuntahkan darah dari mulutku. Kemudian, kesadaranku lenyap.

Bagian 2

..........................
Saat aku menyadarinya, aku berada di dunia putih.
..........Aku ingat tempat ini. Ya, aku tengah berada di dalam Sacred Gear. Aku sering datang kemari untuk membujuk senpai di masa lalu. Saat ini, aku tengah disini. Aku seharusnya sedang bertarung tinju dengan Sairaorg-san. Aku menyudutkannya. Sairaorg-san kemudian menjadi serius dengan mengenakan armor. Kemudian Triaina-Rook ku ternyata tak berhasil padanya....
Saat aku melihat lihat, para senpai masa lalu sudah hadir. Kupikir mereka masih tanpa emosi seperti sebelumnya. Tapi mereka memasang wajah kemarahan sambil diselimuti oleh aura gelap.
[Juggernaut Drive]
[........Gunakanlah Juggernaut Drive]
Mereka mengatakan hal bodoh semacam itu. Juggernaut Drive!? Apa maksud kalian!? Kemudian satu pandangan muncul di dunia putih. Aku bisa melihat diriku padanya! Itu adalah aku yang sedang dipegang oleh Buchou! Armorku hancur lebur dan aku terus menerus muntah darah dari mulutku! Hanya dengan melihatnya aku bisa mengerti kalau kondisiku sangatlah kritis!
............Sairaorg-san dan aku tengah bertarung. Aku menerima pukulan dari Sairaorg-san yang bersatu dengan Singanya dan kemudian aku.........apa itu artinya kesadaranku dikirim kedalam Sacred Gear.......?
[Juggernaut Drive]
[Solusinya hanya Juggernaut Drive]
[Ya, hanya itu solusi yang ada]
[Pria itu pasti menginginkannya]
Semua senpai masa lalu bangkit dari kursi mereka dan menunjukkan senyum aneh sambil terselimuti aura hitam.
.......! ada aura hitam keluar dari dalam tubuhku juga! Dan mulai menyelimuti tubuhku! Dan di saat yang sama perasaan tak mengenakkan muncul dalam tubuhku! Apa itu........dendam............sakit.......kebencian...........semua itu meningkat di dalam diriku.Pria itu........aku membencinya............Sairaorg-san! Aku ingin mengalahkannya........! aku ingin kekuatan........! kekuatan tanpa tanding..........! karena itulah..........! aku ingin melenyapkan Sairaorg-san dari dunia ini..........Aku!
Ku........! Elsha-san.........Belzard-san..........aku.........aku! itu adalah momen dimana hatiku hampir dimakan oleh kebencian. Aku bisa mendengar suara dari pandangan itu. Tangisan para anak anak.
[Oppai Dragon tewas!]
[Tidak!]
[Tolong berdirilah!]
........Aku bisa mendengar teriakan pahit mereka. Maaf. Aku tak bisa lagi........saat kesadaranku hampir diambil oleh kegelapan, aku mendengar sebuah suara menggema di dalam dunia putih ini.
[Jangan menangis!]
Suara seorang anak.......!? pandanganku berubah. Ia menunjukkan seorang anak dengan topi.
.......Aku kenal anak laki laki itu........Ya. Anak yang menangis karena tak bisa ikut serta dalam tanda tangan autografi Acara Superheroku...........Anak itu, Rilenkusu, berteriak keras ke arah anak anak di tribun yang menangis.
[Oppai-Dragon mengatakannya padaku! Kalau laki laki tak boleh menangis! Dia bilang kalian harus berdiri apapun yang terjadi dan menjadi kuat agar bisa melindungi wanita!]
..........! itu kata kata yang kuucapkan pada Rilenkusu yang menangis waktu itu! Mendengarkan itu,semua anak mulai berdiri.
[Oppai-Dragon takkan kalah! Oppai-Dragon!]
[Oppai-Dragon! Berdirilah! Oppai-Dragon!]
[Oppai!]
[Oppai-Dragon!]
[Chichi-Ryutei!]
Suara yang mati matian berusaha memanggilku. Semuanya...........aku.........
Aku juga mendengar suara familiar. Itu adalah Irina, yang menjadi cheerleader di bangku anak anak.
“Itu benar! Semuanya! Ise-kun......Oppai-Dragon terus berdiri apapun yang terjadi dan mengalahkan semua lawannya! Karena itulah kita semua harus mendukungnya! Kita harus percaya padanya! Oppai-Dragon adalah Pahlawan semua orang!”
Irina mati matian menyoraki semua anak anak dengan wajahnya kacau oleh air mata.
[Semuanya.Apa kalian menyukai Oppai-Dragon!?]
[Ya kami menyukainya!]
[Aku juga menyukainya! Dia selalu cabul dan banyak memikirkan hal hal ecchi........tapi dia selalu bersemangat melebihi siapapun! Dia tak pernah menyerah! Dia bekerja keras! Aku tahu kalau dia orang yang bisa bertarung demi orang orang yang dia sayangi! Semua orang memahami hal itu kan?]
[Ya!]
[Karena itu mari kita dukung dia! Mari kirimkan suara kita padanya! Dia berdiri apapun yang terjadi! Dunia Bawah dan Surga! Dia bertarung untuk orang orang dari banyak Dunia Berbeda!]
[Oppai!]
[Oppai!Oppai!]
[Semuanya bergabung! Oppai!]
[Oppai! Oppai! Oppai!]
[Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai! Oppai!]
Aku meneteskan air mataku tanpa menyadarinya. Ada begitu banyak suara yang memanggilku. Ada orang orang yang mencariku! Ada anak anak yang merindukanku!
Pada saat itulah, aku mendengar sebuah suara. Suara yang sangat kukenal. Suara dari orang yang selalu berada di sampingku dan selalu mendukungku.
[Ise. Bisakah kamu mendengarku? Semua orang tengah memanggilmu]
Pandangan berubah dan wajah majikanku muncul. Warna Crimson muncul di hadapanku.
Warna rambut yang sama dengan orang itu. Merah. Rambut merah yang lebih brilian dari warna merah Stroberi.
Ya. Rambut panjang nan indah orang itu yang selalu ada di sampingku.
Ya. Itu benar. Bahkan ketika aku berada di ambang kematian waktu itu, yang muncul di hadapanku adalah.........warna crimson brilian. Warna yang sama dengan warna darah. Tapi kupikir sekarang berbeda. Terasa lembut, hangat, dan menyejukkan. Warna Crimson yang menyelimutiku. Ya. Aku.........bermula dari warna itu.
[Aku juga sama. Aku juga menantikanmu, tahu? Itu karena aku.......]
Wanita yang kucintai, Rias Gremory. Aku juga........suara gelap mulai mendekatiku yang tengah memikirkan dia.
[Sekarang. Sekiryutei saat ini. Hyodou Issei. Mari mengamuk. Mari aktifkan Juggernaut Drive!]
Salah satu senpai mengatakan itu sambil terselimuti aura gelap. Namun suara suara yang memanggilku juga makin meningkat.
[Oppai Dragon!]
[Lakukan yang terbaik!]
[Berdirilah!]
[Oppai!]
[Oppai!]
Aku juga bisa mendengar suara pria itu.
[Ada apa Hyodou Issei? Begini sajakah? Kau masih belum selesai kan? Kalau begitu berdirilah! Kau bukan orang selemah ini!]
.......Ya. Itu benar. Masih belum selesai. Takkan kubiarkan selesai begini saja! Aku masih bisa bertarung! Para senpaiku tak menyingkirkan aura gelap mereka meskipun mereka mendengar suara anak anak dan Sairaorg-san.
[Sekarang, mari hancurkan dia. Dengan kekuatan penghancurmu]
“Diam kau!”
Ujarku sambil menatap semua senpai.
“Tak bisakah kalian mendengarnya? Suara suara yang memanggilku. Bukan hanya Buchou. Namun semua suara anak anak itu.”
[Tidak. Inilah cara bagi Naga Langit untuk menjadi Raja Kehancuran. Mustahil, hal semacam itu sangat mustahil]
“Salah. Aku........aku takkan menjadi Raja Kehancuran! Aku adalah Hyodou Issei! Aku hanya pria normal! Kalaupun mau, aku lebih ingin menjadi Raja Harem!”
[Bukan. Kau adalah Raja Kehancuran. Juggernaut Drive adalah kekuatan sejati yang sudah ditanamkan kedalam Sacred Gear ini—]
[Jangan ganggu dia]
Seseorang muncul sambil memotong ucapan senpai. Ada seseorang dengan tubuh terselimuti cahaya putih. Kemudian salah satu senpai menjadi marah.
[Kau.........]
Pria bercahaya putih itu mengatakannya padaku.
[Aku adalah salah satu Albion masa lalu]
........Apa.......? Albion.........jadi dia adalah salah satu Hakuryuukou masa lalu?
[Ya. Waktu itu ketika kau memasukkan salah satu berlian Albion kedalam Boosted Gear; sepertinya potongan kesadaranku masuk kedalamnya, meskipun aku yang asli masih bersemayam didalam Divine Dividing]
Ah. Aku memang melakukan itu! Berarti aku mengambil orang ini pada saat itu.........Albion-senpai mengulurkan tangannya padaku.
[Sekiryuutei. Ini juga adalah takdir. Aku akan membantumu. Aku akan coba memakai kekuatan pembagi duaku untuk menekan hal hal negatif yang berkeliaran didalam Sacred Gearmu]
“Apa kau yakin? Aku adalah Sekiryuutei dan bukan Vali..........”
Albion-senpai tersenyum oleh ucapanku.
[Karena kau sangat menarik. Aku bisa paham kenapa dua Sekiryuutei terkuat dalam sejarah lenyap sambil tertawa. Kalau itu adalah kau yang memiliki antusias dan kebahagiaan yang mampu melenyapkan kutukan, maka kau mungkin mampu mengubah Takdir kedua Naga Langit. Bukan. Kau mungkin mampu menuntun kedua Naga Langit ke arah takdir yang baru. Karena itulah.......]
Senpai mengangkat tangannya tinggi tinggi dan cahaya putih menyebar.
[Kau harus menjadi Naga baru bersama dengan Vali Lucifer]
FLASH
Cahaya putih-keperakan bersinar terang di seluruh dunia putih. Ia mulai membawa pergi semua aura gelap yang dibawa oleh para Sekiryuutei masa lalu! Kekuatan kebencian mereka juga dibagi dua dan akhirnya lenyap! Aura gelap mereka juga dibagi dua dan musnah! Itulah kekuatan Albion-senpai! Kebencian, dendam, dan perasaan bermusuhan mulai menipis drastis!
[Takkan kubiarkan! Kebencian! Dendam! Dan kesedihan sendiri adalah Sacred Gear dari Sekiryuutei! Dengan kutukan di dalamnya.Menyebarkan rasa permusuhan untuk menghancurkan adalah jalan bagi kedua Naga Langit........]
Aku berkata pada para senpai yang tak bisa menghentikan kebenciannya bahkan sampai saat ini.
“Oppai. Aku tertolong oleh Oppai. Dan aku akan terus mencarinya mulai dari sekarang.”
Namun para senpaiku mulai melafalkan Juggernaut Drive sebagai pilihan terakhir mereka.
[Aku, yang hendak dibangkitkan, adalah Naga Langit yang telah mencuri prinsip prinsip dominasi]
Tidak! Kemudian aku mencoba melencengkan mantra itu!
“Aku, yang hendak dibangkitkan, adalah Sekiryuutei yang telah membuang prinsip prinsip dominasi!”
[Aku tertawa pada “Infinitas” dan menolak “Impian”]
“Aku akan menempuh jalan yang benar dengan memiliki “Infinitas” dan “Impian”.”
[Aku akan menjadi Naga-Merah. Raja dari Dominasi]
“Aku akan menjadi Raja dari Naga Merah!”
[Dan aku akan menenggelamkanmu kedalam Penebusan Crimson!]
“Dan kujanjikan pada kalian semua! Akan kutunjukkan masa depan pada kalian yang bersinar dalam Cahaya Crimson-sejati!”
Semua senpai menunjukkan ekspresi cerah oleh ucapan terakhirku.
[Masa depan.......kau akan menunjukkan masa depan pada kami............?]
“Ya! Akan kutunjukkan pada kalian! Bukan! Mari kita lihat bersama! Akan kutunjukkan pada kalian bersama denganku! Pada teman temanku! Pada wanita yang kucintai! Pada anak anak! Akan kita tunjukkan pada mereka!”
[Masa depan.........kita akan menciptakan masa depan........! Bukan menghancurkannya, tapi masa depan........!]
Ya. Kita bisa lakukan itu. Kalau kita menggabungkan kekuatan bersama!
“Ayo maju Senpai! Aku adalah Sekiryutei! Oppai-Dragon! Pria yang mencintai Rias Gremory! Aku adalah Hyodou Isseiiiiiiiiiiii!”
Dalam pandanganku, Oppai Buchou yang berada di depanku bersinar dalam warna crimson. Aura crimson kemudian menyelimuti tubuhku........


0 Response to "High School DxD Volume 10 Life MAX VS Kekuatan : Pria VS Pria"

Poskan Komentar

Widget edited by super-bee
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme